UIN Jakarta Catat Penurunan Sampah Kertas, Plastik, Organik, Anorganik, dan B3 Selama November 2025–Mei 2026
Jakarta, Green Campus UIN Jakarta — UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus memperkuat komitmen Green Campus melalui program pengurangan dan pengelolaan sampah terpadu. Pemantauan periode November 2025–Mei 2026, dengan Oktober 2025 sebagai baseline, menunjukkan penurunan volume sampah pada seluruh kategori yang dipantau: kertas dan plastik, organik, anorganik non-toksik, serta sampah toksik (B3).
Berikut ringkasan capaiannya.
1) Volume Sampah Kertas dan Plastik
a. Total Volume Sampah Kertas dan Plastik Tahun Ini
Sepanjang November 2025–Mei 2026, sampah kertas dan plastik turun secara konsisten dibandingkan baseline Oktober 2025.
- Plastik turun dari 0,1143 ton (Oktober 2025) menjadi rata-rata 0,058 ton per bulan, atau berkurang 49,26%.
- Kertas turun dari 3,553 ton menjadi rata-rata 2,876 ton per bulan, atau berkurang 19,05%.
- Total kertas dan plastik turun dari 3,67 ton menjadi rata-rata 2,934 ton per bulan, atau berkurang sekitar 20%.
Penurunan plastik didukung kebijakan pengurangan plastik, kampanye kesadaran lingkungan, fasilitas pemilahan sampah, perluasan program daur ulang, serta ajakan menggunakan botol minum isi ulang. Penurunan kertas didorong kebijakan paperless, sistem administrasi digital, layanan akademik daring, korespondensi elektronik, dan ujian berbasis komputer di sejumlah fakultas.
Tabel 3.2. Total Volume Sampah Kertas dan Plastik Tahun Ini (ton)

Hasil ini menunjukkan efektivitas strategi Green Campus UIN Jakarta dalam menekan timbulan sampah dari sumbernya sekaligus menumbuhkan perilaku ramah lingkungan di kalangan sivitas akademika.
b. Total Volume Sampah Kertas dan Plastik Tahun Lalu
Pada periode baseline (Oktober 2025), UIN Jakarta menghasilkan 3,67 ton sampah kertas dan plastik, terdiri dari 3,553 ton kertas dan 0,1143 ton plastik. Kertas mendominasi karena kegiatan administrasi, dokumentasi akademik, bahan ajar, dan operasional perkantoran, sedangkan plastik terutama berasal dari kemasan dan aktivitas harian kampus. Data ini menjadi acuan untuk mengevaluasi langkah pengurangan sampah berikutnya.
Tabel 3.3. Total Volume Sampah Kertas dan Plastik Tahun Lalu (ton)

2) Volume Sampah Organik yang Dihasilkan
a. Total Volume Sampah Organik Tahun Ini
Sampah organik turun dari 11,05 ton (Oktober 2025) ke titik terendah 5,82 ton pada April 2026. Rata-rata November 2025–Mei 2026 adalah 6,80 ton, atau turun 38,5% dari baseline. Penurunan dipengaruhi berkurangnya aktivitas kampus selama masa ujian (November–Desember), libur semester (Januari–Februari), dan pembelajaran daring selama Ramadan. Pada Mei 2026, volume naik tipis menjadi 6,25 ton setelah kegiatan tatap muka kembali berjalan.
Tabel 3.5a. Total Volume Sampah Organik Tahun Ini (ton)

Tabel 3.5b. Tren Sampah Organik (Oktober 2025–Mei 2026)

b. Total Volume Sampah Organik Tahun Lalu
Pada periode baseline (Oktober 2025), UIN Jakarta menghasilkan 11,05 ton sampah organik: sisa makanan 3,14 ton, daun dan sampah taman 4,85 ton, dan organik lainnya 3,06 ton. Daun dan sampah taman menyumbang porsi terbesar (sekitar 43,9%), disusul sisa makanan (28,4%) dan organik lainnya (27,7%). Komposisi ini mencerminkan luasnya area hijau kampus dan aktivitas harian sivitas akademika.
Tabel 3.6. Total Volume Sampah Organik Tahun Lalu (ton)

3) Volume Sampah Organik yang Diolah
a. Total Volume Sampah Organik yang Diolah Tahun Ini
Dengan beroperasinya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPSTM) kampus, sebagian besar sampah organik kini diolah langsung di kampus melalui pengomposan dan pengolahan organik. Fasilitas ini meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan, mengurangi sampah yang dikirim ke TPA, dan mendukung pengelolaan sumber daya yang sirkular.
Tabel 3.7a. Total Volume Sampah Organik Tahun Ini (ton)

Tabel 3.7b. Total Volume Sampah Organik yang Diolah Tahun Ini (ton)

Dari rata-rata timbulan 6,80 ton per bulan, sekitar 80% diolah melalui down-cycling (pengomposan dan pengolahan di TPSTM), sekitar 10% digunakan kembali (reuse) untuk kebutuhan penataan lanskap kampus, dan sekitar 10% di-up-cycle. Upaya ini memaksimalkan pemulihan sampah organik dan menekan sampah yang berakhir di pembuangan akhir.
4) Volume Sampah Anorganik yang Dihasilkan
a. Total Volume Sampah Anorganik Tahun Ini
UIN Jakarta memantau sampah anorganik non-toksik yang terdiri atas kertas, plastik lunak, plastik keras, dan material anorganik lain dari kegiatan akademik, administrasi, dan operasional kampus.
Dengan baseline Oktober 2025 sebesar 3,93 ton, volume sempat naik menjadi 4,29 ton pada November 2025 akibat kegiatan ujian dan administrasi akademik yang intensif. Setelahnya, volume turun menjadi 3,51 ton pada Desember 2025 dan terus menurun hingga titik terendah 2,28 ton pada April 2026, seiring libur semester, berkurangnya okupansi kampus, dan pembelajaran daring selama Ramadan. Setelah kegiatan tatap muka kembali berjalan, volume naik moderat menjadi 2,82 ton pada Mei 2026.
Rata-rata November 2025–Mei 2026 sebesar 3,04 ton, atau berkurang 0,89 ton (22,7%) dari baseline. Kertas tetap menjadi komponen dominan.
Tabel 3.9. Total Volume Sampah Anorganik Tahun Ini (ton)

Penurunan ini menunjukkan efektivitas digitalisasi layanan akademik dan administrasi, program pengurangan kertas, pemilahan sampah, serta meningkatnya kesadaran lingkungan sivitas akademika.
b. Total Volume Sampah Anorganik Tahun Lalu
Tabel 3.10a. Total Volume Sampah Anorganik Tahun Lalu (ton)

Pada Oktober 2025, UIN Jakarta menghasilkan 3,93 ton sampah anorganik non-toksik. Kertas menjadi komponen terbesar (96,49%), diikuti plastik keras (1,70%), plastik lunak (1,21%), dan material anorganik lain (0,60%). Dominasi kertas mencerminkan sifat kegiatan akademik dan administrasi kampus, dan menjadi baseline bagi evaluasi inisiatif paperless.
Tabel 3.10b. Total Volume Sampah Anorganik Tahun Lalu (Oktober 2025)

5) Volume Sampah Anorganik yang Diolah
a. Total Volume Sampah Anorganik yang Diolah Tahun Ini
Tabel 3.11a. Total Volume Sampah Anorganik yang Diolah Tahun Ini (ton)

Tabel 3.11b. Total Volume Sampah Anorganik yang Diolah Tahun Ini (ton)

Dari rata-rata 3,04 ton sampah anorganik non-toksik per bulan, sekitar 65% di-up-cycle (terutama kertas dan plastik yang dapat didaur ulang), sekitar 20% di-down-cycle menjadi produk atau material bernilai lebih rendah, dan 15% digunakan kembali untuk keperluan operasional dan pengelolaan lingkungan kampus. Beroperasinya TPSTM KALIFA dan penguatan pemilahan sampah di seluruh kampus meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah anorganik, mengurangi sampah yang memerlukan pembuangan akhir, dan mendukung prinsip ekonomi sirkular.
6) Total Volume Sampah Toksik yang Dihasilkan
Tahun Ini
UIN Jakarta memantau sampah toksik, meliputi bahan kimia laboratorium, sampah elektronik, dan bahan berbahaya lainnya dari kegiatan akademik, riset, dan operasional. Dengan baseline Oktober 2025 sebesar 9,47 ton, rata-rata November 2025–Mei 2026 adalah 8,52 ton, atau turun 0,95 ton (10,0%). Penurunan terjadi bertahap, terutama saat libur semester dan pembelajaran daring selama Ramadan.
Kontributor terbesar adalah sampah berbahaya lainnya (75,7%), disusul limbah bahan kimia laboratorium (21,3%) dan sampah elektronik (3,0%).
Tabel 3.13a. Total Volume Sampah Toksik Tahun Ini (ton)

Penurunan ini mencerminkan perbaikan pengelolaan limbah B3: operasional laboratorium yang lebih efisien, pengendalian inventaris bahan kimia, pemilahan bahan berbahaya, dan pengelolaan sampah elektronik yang bertanggung jawab, sejalan dengan kepatuhan pada regulasi pengelolaan limbah B3. Prosedur keselamatan laboratorium serta operasional TPSTM KALIFA, fasilitas pengelolaan sampah terpadu kampus, turut mendukung pengurangan dan penanganan sampah toksik yang tepat.
7) Total Volume Sampah Toksik Tahun Lalu
Pada Oktober 2025, UIN Jakarta menghasilkan 9,47 ton sampah toksik dari kegiatan akademik, riset, laboratorium, layanan kesehatan, dan operasional. Komposisinya: sampah berbahaya lainnya (72,98%), limbah bahan kimia laboratorium (21,63%), dan sampah elektronik (3,00%). Data ini menjadi baseline untuk mengevaluasi inisiatif pengurangan dan pengelolaan limbah B3.
Tabel 3.14. Total Volume Sampah Toksik Tahun Lalu (ton)

Sampah B3 dikelola melalui pemilahan, prosedur keselamatan laboratorium, tempat penyimpanan sementara yang ditentukan, dan kerja sama dengan penyedia jasa pengelolaan limbah B3 berizin sesuai regulasi lingkungan.
8) Total Volume Sampah Toksik yang Diolah Tahun Ini
Tabel 3.15a. Total Volume Sampah Toksik Tahun Ini (ton)

Tabel 3.15b. Total Volume Sampah Toksik yang Diolah Tahun Ini (ton)

Dari rata-rata 8,52 ton sampah toksik per bulan, sekitar 4% digunakan kembali, 20% di-down-cycle, dan 17% di-up-cycle, terutama dari sampah elektronik dan material berbahaya yang masih dapat dipulihkan. Sisanya, sekitar 59%, berupa limbah bahan kimia laboratorium dan residu berbahaya lainnya, diserahkan kepada pengolah limbah B3 pihak ketiga yang berizin sesuai peraturan nasional.
Limbah bahan kimia laboratorium tidak digunakan kembali atau didaur ulang di kampus. Limbah ini disimpan sementara di fasilitas yang ditentukan, kemudian dikirim ke perusahaan pengolah limbah B3 berizin untuk pengolahan dan pembuangan akhir.
Komitmen Berkelanjutan
Seluruh capaian ini sejalan dengan visi jangka panjang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk mewujudkan kampus yang berkelanjutan, efisien sumber daya, dan ramah lingkungan. UIN Jakarta akan terus memperkuat digitalisasi layanan, pemilahan sampah dari sumber, pengolahan sampah terpadu, dan edukasi lingkungan bagi seluruh sivitas akademika.
Sumber data: Tim Green Campus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, periode Oktober 2025–Mei 2026.
