UIN Jakarta Catat Penurunan Jejak Karbon, Perkuat Transisi Menuju Kampus Rendah Emisi

UIN Jakarta Catat Penurunan Jejak Karbon, Perkuat Transisi Menuju Kampus Rendah Emisi

Jakarta, Green Campus UIN Jakarta – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mencatat penurunan total jejak karbon pada 2026. Berdasarkan dokumen evidence UI GreenMetric kategori Energy and Climate Change (EC) 2.11, total emisi karbon kampus tercatat sebesar 5.902,26 metrik ton CO₂, turun dari 8.272,93 metrik ton CO₂ pada 2025.

Penurunan tersebut menjadi salah satu indikator upaya UIN Jakarta dalam mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas kampus. Langkah ini didukung oleh berbagai program efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, serta pengelolaan transportasi di lingkungan universitas.

Sektor penggunaan listrik menjadi komponen terbesar dalam perhitungan jejak karbon UIN Jakarta pada 2026, dengan emisi sebesar 4.126,60 metrik ton CO₂. Sementara itu, emisi dari kendaraan bermotor roda dua tercatat sebesar 1.421,90 metrik ton CO₂ dan kendaraan roda empat sebesar 353,76 metrik ton CO₂. Adapun emisi bus tercatat nol dalam perhitungan pada dokumen tersebut.

Untuk menekan emisi dari penggunaan energi, UIN Jakarta mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (rooftop solar photovoltaic) dengan kapasitas total 270,17 kWp melalui kerja sama dengan PT Agra Surya Energi. Kampus juga memanfaatkan genset berbahan bakar biosolar, memperluas penggunaan lampu jalan tenaga surya, serta mengoptimalkan pencahayaan alami pada bangunan.

Upaya efisiensi turut dilakukan melalui penggunaan lampu LED, AC inverter, dan sistem pencahayaan dengan sensor gerak. Berdasarkan dokumen evidence, sebanyak 85,6 persen perangkat listrik kampus telah masuk kategori hemat energi. Pada 2026, sistem energi terbarukan UIN Jakarta menghasilkan 1.542.323,90 kWh, yang berkontribusi sebesar 31,39 persen terhadap total konsumsi listrik universitas.

Screenshot 2026-10-27 233127

Di sektor transportasi, UIN Jakarta menerapkan sejumlah langkah untuk mendorong mobilitas yang lebih ramah lingkungan. Program tersebut mencakup pengoperasian bus listrik dan sepeda, penerapan sistem parkir berbayar, pembatasan akses kendaraan di zona tertentu, serta pemindahan fasilitas parkir dari kawasan utama akademik. Langkah-langkah ini ditujukan untuk mengurangi pergerakan kendaraan yang tidak diperlukan, kemacetan, dan polusi udara di lingkungan kampus.

Selain itu, digitalisasi administrasi melalui surat-menyurat elektronik, presensi daring, pembayaran nontunai, dan platform akademik terintegrasi turut mendukung upaya pengurangan penggunaan kertas dan emisi tidak langsung. Program penghijauan dan penanaman kembali juga terus dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas penyerapan karbon di lingkungan universitas.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, UIN Jakarta terus memperkuat komitmennya terhadap pengelolaan energi yang efisien dan pengurangan emisi karbon. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi Green Campus UIN Jakarta dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta pencapaian indikator Energy and Climate Change dalam UI GreenMetric World University Rankings.