Panggung Mufassir 2026 Dorong Peran Pemuda dalam Isu Al-Qur’an dan Lingkungan

Panggung Mufassir 2026 Dorong Peran Pemuda dalam Isu Al-Qur’an dan Lingkungan

Ciputat, Green Campus UIN Jakarta — Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menyelenggarakan Panggung Mufassir “National Quranic & Environmental Youth Festival 2026” pada Rabu, 30 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Teater Ushuluddin ini menghadirkan sejumlah narasumber untuk membahas keterkaitan nilai-nilai Al-Qur’an dengan kepedulian terhadap lingkungan serta peran generasi muda dalam mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Pusat Pengembangan Green Campus UIN Jakarta melalui kehadiran Kepala Pusat Pengembangan Green Campus, Prof. Dr. Hendrawati, M.Si., sebagai salah satu narasumber. Kehadiran Green Campus dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai isu lingkungan di kalangan mahasiswa, khususnya melalui pendekatan keislaman dan kepemudaan.

Selain Prof. Hendrawati, kegiatan menghadirkan Susi Susanti dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan serta Megawati sebagai perwakilan Kepala Dinas Bidang Kepemudaan Tangerang Selatan. Kehadiran ketiga narasumber tersebut memberikan perspektif yang beragam, mulai dari lingkungan di perguruan tinggi, kebijakan dan pengelolaan lingkungan daerah, hingga peran pemuda dalam menghadapi persoalan lingkungan.

Panggung Mufassir 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melihat isu lingkungan tidak hanya sebagai persoalan ekologis, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab manusia dalam menjaga kehidupan. Nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat menjadi salah satu landasan dalam membangun kesadaran untuk menjaga alam dan menciptakan lingkungan yang berkelanjutan.

Keterlibatan Green Campus dalam kegiatan ini juga memperkuat upaya UIN Jakarta dalam mengintegrasikan nilai keberlanjutan ke dalam berbagai aktivitas sivitas akademika. Isu lingkungan dapat dikembangkan melalui berbagai pendekatan, termasuk pendidikan, keagamaan, kepemudaan, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Melalui National Quranic & Environmental Youth Festival 2026, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir turut membuka ruang bagi generasi muda untuk berdiskusi mengenai hubungan antara nilai-nilai Al-Qur’an, lingkungan, dan keberlanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami persoalan lingkungan, tetapi juga mengambil bagian dalam upaya menjaga dan merawat lingkungan di sekitar mereka.