Komitmen Kampus Hijau: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Sukses Kelola 85,37% Air Terolah dan Bebas Botol Plastik Sekali Pakai

Komitmen Kampus Hijau: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Sukses Kelola 85,37% Air Terolah dan Bebas Botol Plastik Sekali Pakai

Jakarta, Green Campus UIN Jakarta — Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta terus memperkuat posisinya sebagai pelopor Green Campus berkelanjutan melalui pengelolaan sumber daya air secara mandiri dan efisien. Berdasarkan laporan penilaian institusi terbaru tahun 2026, UIN Jakarta berhasil memenuhi sekitar 85,37% dari total konsumsi air kampus untuk operasional minum maupun perawatan lanskap melalui pemanfaatan air terolah (treated water), daur ulang, dan pemanenan air hujan.

Langkah ini menjadi bagian penting dari pemenuhan indikator UI GreenMetric World University Rankings, khususnya pada kriteria Pengolahan dan Konsumsi Air Terolah (Consumption of treated water).

Air Minum Gratis dan Bebas Bakteri untuk Civitas Akademika

Sebagai bentuk nyata kampanye pengurangan sampah plastik sekali pakai (zero plastic waste program), UIN Jakarta telah menyediakan fasilitas dispenser air minum gratis yang higienis di berbagai titik strategis.

  • Cakupan Fasilitas: Sebanyak 20 unit Water Drinking Fountain (merek Elkay) dan Water Purifier (Coway Core CHP-671R) telah terpasang dari target keseluruhan 23 unit (mencapai 86,96% dari target pemasangan).

  • Sebaran Lokasi: Fasilitas ini tersebar di seluruh fakultas (seperti Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Adab dan Humaniora, Ushuluddin, Syariah dan Hukum, Ekonomi dan Bisnis, hingga Sains dan Teknologi), Pusat Laboratorium Terpadu, Perpustakaan Pusat, Gedung Rektorat, hingga Auditorium Harun Nasution.

  • Kualitas Air Teruji: Pengujian kualitas air dilakukan secara berkala setiap 3 bulan sekali oleh laboratorium terakreditasi KAN, PT Unilab Perdana. Hasil analisis uji laboratorium menunjukkan air proses Reverse Osmosis (RO) memiliki angka Total Dissolved Solids (TDS) yang sangat rendah ($<10\text{ mg/L}$), bebas dari kandungan logam berat berbahaya, serta 100% negatif dari bakteri E. coli dan Coliform, sehingga sangat aman langsung dikonsumsi.

  • Dampak Lingkungan: Penggunaan fountain station digital ini terbukti menekan angka konsumsi kemasan plastik secara signifikan, di mana layar pemantau sensor dispenser telah mencatat belasan ribu botol plastik yang berhasil dihemat (bottles saved).

Sistem Pengelolaan Air Sirkular dan Ekosistem Kampus

Selain penyediaan air minum layak konsumsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerapkan konsep ekonomi sirkular dalam penggunaan air non-konsumsi:

  1. Penampungan Terpadu: Air bekas wudhu, air hujan yang dipanen, serta air kondensasi penyejuk udara (AC) dikumpulkan ke dalam penampungan dan waduk terpadu.

  2. Efisiensi Air AC: Air buangan AC dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman dan area hijau kampus.

  3. Penyokong Ekosistem Danau & Kolam: Air terolah dialirkan untuk mengisi 12 kolam ikan yang tersebar di lingkungan fakultas. Keberadaan kolam dan waduk ini tak hanya berfungsi sebagai penampung air hujan (stormwater reservoirs), tetapi juga menciptakan habitat alami yang mendukung keanekaragaman hayati kampus, seperti burung, bebek, dan angsa.

Payung Hukum dan Edukasi Mahasiswa Baru

Keberhasilan program kampus hijau ini didukung kuat oleh regulasi internal universitas, di antaranya Surat Edaran No. 22 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Air serta Keputusan Rektor terkait Pembentukan Pusat Pengembangan Kampus Hijau (Green Campus Development Center) UIN Jakarta.

Tidak hanya berhenti pada penyediaan infrastruktur, UIN Jakarta juga secara konsisten melakukan sosialisasi program Green Campus kepada para mahasiswa baru sejak masa orientasi Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), guna membangun budaya ramah lingkungan sejak dini.