90,25 Persen Lahan UIN Jakarta Merupakan Ruang Terbuka, Dukung Konservasi Air dan Lingkungan Kampus

90,25 Persen Lahan UIN Jakarta Merupakan Ruang Terbuka, Dukung Konservasi Air dan Lingkungan Kampus

Jakarta, Green Campus UIN Jakarta – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dalam mewujudkan lingkungan kampus yang berkelanjutan tercermin melalui pengelolaan tata ruang yang mengutamakan keberadaan ruang terbuka dan kawasan resapan air. Berdasarkan data UI GreenMetric Questionnaire kategori Water (WR), UIN Jakarta memiliki total luas lahan sebesar 742.739 m² yang tersebar di empat lokasi kampus.

Dari keseluruhan luas tersebut, sebanyak 670.334,76 m² atau setara dengan 90,25% merupakan ruang terbuka (open space). Tingginya proporsi ruang terbuka ini menunjukkan bahwa sebagian besar lahan kampus tidak tertutup oleh bangunan. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi air hujan untuk meresap ke dalam tanah sekaligus membantu mengurangi limpasan air di permukaan.

Upaya pengelolaan lingkungan tersebut juga didukung oleh keberadaan kawasan hijau dan area resapan air. Secara keseluruhan, UIN Jakarta memiliki 668.355,70 m² tutupan lahan hijau yang terdiri atas vegetasi hutan seluas 329.069,40 m², vegetasi tanaman seluas 264.482,30 m², serta area tangkapan air (water catchment) seluas 74.804 m².

Khusus untuk area tangkapan air, luasnya mencapai 10,07% dari total lahan universitas. Keberadaan kawasan ini berperan dalam mendukung penyerapan air hujan, menjaga konservasi tanah, serta membantu pengisian kembali cadangan air tanah.

Pengelolaan ruang terbuka dan kawasan resapan tersebut tersebar di empat lokasi kampus UIN Jakarta, yaitu Kampus 1 Ciputat, Kampus 2, Kampus 3 Bojongsari, dan Kampus 4 Cikuya. Masing-masing lokasi memiliki karakteristik lahan dan area terbuka yang turut mendukung upaya konservasi air di lingkungan universitas.

Melalui pengelolaan tata ruang yang memperhatikan fungsi ekologis lahan, UIN Jakarta terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan kampus berkelanjutan. Keberadaan ruang terbuka, vegetasi, dan kawasan resapan air tidak hanya menjadi bagian dari penataan lingkungan kampus, tetapi juga merupakan infrastruktur alami yang penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.